Twitter   Facebook   Instagram   Pinterest

Asep Sukarsa, Sang Produsen Benih Ikan

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

BenihikanmasTangan Asep Sukarsa menunjuk ke gemericik air di tengah kolam miliknya di Ciparay, Kabupaten Bandung. Di sana terdapat jutaan benih ikan mas yang siap dibesarkan di berbagai daerah. Dia berperan sebagai pembenih, sebuah fondasi dari rantai panjang produksi perikanan darat.

”Benih yang baik tentunya menghasilkan ikan yang memiliki daging yang banyak. Pembenih sebetulnya bisa meraih untung dengan benih tidak berkualitas karena pengaruhnya baru terlihat pada proses pembesaran,” ujar Asep, di kediamannya awal April lalu.

Pembenihan ikan dimulai dari proses pemijahan, yakni mengawinkan induk betina dengan induk jantan. Setelah kawin, induk betina secara naluriah akan mencari ijuk untuk meletakkan telurnya. Telur itu ditetaskan untuk mendapatkan benih ikan. Induk seberat 3,5 kilogram bisa menghasilkan 100.000 lebih telur meski tidak semuanya menetas.

Midin Muhidin, Ekspor Lintah Hingga ke China

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Rating 0.00 (0 Votes)

LintahMenjijikkan tapi menguntungkan. Begitulah slogan Midin Muhidin, pengusaha dari Depok, Jawa Barat, dalam mengibarkan usaha lintahnya. Di tangannya, binatang penghisap darah ini justru membawa berkah dan rezeki. Baru setahun lebih usahanya berjalan, ia sudah bisa mengantongi omzet hingga Rp 120 juta per bulan.

Berawal dari memerhatikan terapi lintah untuk kesehatan, Midin bertekad untuk mulai membudidayakan lintah. Ia pikir budidaya lintah adalah peluang bisnis yang sangat bagus. Dengan modal awal Rp 10 juta, ia memulai usaha pada September 2009. Badan usaha peternakan lintah yang didirikannya dinamai CV Enha Farm. Ia beruntung karena lahan budidaya yang ia pakai adalah milik saudaranya.

Midin terus sambil mempelajari manfaat lintah sebagai alat terapi dari bermacam referensi secara otodidak. Ia menemukan fakta bahwa lintah bisa mengobati bermacam penyakit termasuk diabetes dan stroke.